Miris! Pedagang Pasar Malam Cakung Merana Akibat Sepinya Pengunjung




 Pedagang Pasar Malam Cakung Merana Akibat Sepinya Pengunjung 

Pasar malam Cakung, Jakarta Timur  (Sumber foto: jurnalis/rizkawarwey) (30/10/2023)

Cakung, Jakarta – Pedagang Pasar Malam di Cakung, Jakarta Timur, mengalami masa sulit karena perubahan pola konsumen yang beralih ke belanja online melalui e-commerce. Dampak pandemi COVID-19 telah membuat banyak orang enggan untuk keluar rumah, dan ini telah berdampak serius para pedagang yang bergantung pada pendapatan dari pasar malam. 

Pasar malam Cakung yang sebelumnya ramai dan penuh dengan keramaian, sekarang menjadi saksi dari penurunan signifikan dalam jumlah pengunjung. Kebanyakan warga lebih memilih untuk memesan barang-barang secara online dari pakaian hingga makanan, dan menghindari kerumunan yang dianggap berisiko. Tidak hanya itu, antusisme dari para warga sekitar juga kian menurun hal ini bukan tanpa sebab. Terlihat beberapa warga lebih asik bermain gawai dibanding dengan berjalan-jalan melihat keramaian Pasar Malam Cakung ini. 

fely warga sekitar yang rutin datang ke pasar malam untuk membeli jajanan di Pasar malam cakung (30/10/2023)

Pak Samsu yang merupakan pedagang minuman di Pasar Malam Cakung mengeluhkan perubahan perilaku konsumen. "Waktu dulu (sebelum pandemi) mah pendapatan saya bisa sehari 2 juta tapi sekarang ini boro-boro dapet segitu karena jaman sekarang orang-orang udah pada males gitu keluar rumah" Ucapnya

Situasi ini tak hanya dialami oleh Pak Samsu, pedagang lainnya yaitu Mbak Ratna, penjual makanan ringan. "Biasanya jam 5 sore itu saya udah ada tuh yang beli, sekarang kadang sampe jam 7 aja baru dapet 5 pembeli"

Peran e-commerce dan perubahan perilaku konsumen tidak bisa diabaikan. Kemudahan memesan produk dengan beberapa kali klik di ponsel atau komputer telah mengubah cara orang berbelanja. Ini tidak hanya berlaku untuk barang-brang, tetapi para pelaku usaha makanan dan minuman turut terdampak akibat hal ini.


Komentar

Postingan Populer